CompanionRank
Home / Blog / Survei AI companion dan terapi
Riset

Pengguna AI Companion dan Terapis: Temuan Survei AS 2026

Siapa yang menjadikan AI teman ngobrol, dan bagaimana mereka memandang terapis manusia? Survei nasional University of Iowa yang dirilis 15 Oktober 2026 memberi angka baru, dan data Pew Research Center 2026 menjadi pembanding. Berikut temuan keduanya, perbedaannya, dan artinya bagi pengguna aplikasi companion.

Terbit: 30 Oktober 2026Penulis: Tim Redaksi CompanionRankWaktu baca: ~6 menit
Pengguna AI Companion dan Terapis: Temuan Survei AS 2026
Bukan nasihat medis. Artikel ini merangkum data survei yang sudah dipublikasikan. Jika Anda sedang kesulitan, hubungi tenaga profesional atau layanan krisis setempat. Aplikasi yang diulas dapat berisi konten dewasa (18+).
Ringkasan: Survei University of Iowa terhadap 1.000 orang dewasa AS menemukan 12% pengguna AI memakainya untuk “teman atau percakapan”. Di antara mereka, hampir 58% setuju bahwa chatbot bisa menunjukkan kemampuan memecahkan masalah yang lebih baik daripada terapis manusia, dibanding sekitar 26% pengguna AI lainnya. Namun sebagian besar tetap merasa AI tidak memahami perasaan sebaik terapis. Pew Research Center, dengan dasar seluruh orang dewasa, mencatat penggunaan sebagai teman sebesar 4%.

Apa yang diukur survei Iowa

Survei dijalankan peneliti University of Iowa melalui SurveyHarvest, platform survei nasional milik Center for Social Science Innovation di kampus itu. Verasight melakukan pengumpulan data pada 17–28 April 2026, dan hasilnya dibobot agar mewakili orang dewasa AS. Tim yang dipimpin Sang Jung Kim dari School of Journalism and Mass Communication, bersama peneliti pekerjaan sosial dan keperawatan, menanyakan penggunaan AI bersama pola tidur, isolasi sosial, dan kesehatan mental.

76% responden memakai alat AI setidaknya sesekali dalam sehari biasa; 24% tidak pernah. Penggunaan sekitar 80% pada usia 18–29 dan 30–49 tahun, dibanding 65% pada usia 65 tahun ke atas, serta 84% pada lulusan S1 ke atas dibanding 68% pada lulusan SMA ke bawah.

Siapa yang memakai AI sebagai teman ngobrol

Dari 759 responden pengguna AI, 12% memakainya untuk teman atau percakapan. Usia paling membedakan; jenis kelamin dan afiliasi partai hampir tidak.

UsiaIowa: pengguna AI yang memakai AI untuk teman atau percakapanPew: orang dewasa yang memakai chatbot sebagai teman
18–2916%7%
30–4917%6%
50–646%2%
65+4%1%
Semua12%4%

Dua kolom ini tidak bisa dibandingkan langsung. Dasar Iowa adalah pengguna AI; dasar Pew adalah seluruh orang dewasa AS, dan Pew memisahkan “teman” dari “dukungan emosional atau saran” (10%). Arahnya tetap sama: penggunaan sebagai teman adalah minoritas dan terpusat pada usia di bawah 50 tahun.

Apakah pengguna AI companion lebih percaya chatbot daripada terapis?

Inilah temuan yang disebut peneliti mengejutkan. Hampir 58% pengguna AI sebagai teman setuju bahwa chatbot AI bisa menunjukkan kemampuan memecahkan masalah yang lebih baik daripada terapis manusia, dibanding sekitar 26% pengguna AI lainnya.

Soal empati, hasilnya lain. Hanya 16% pengguna companion yang tidak setuju dengan pernyataan bahwa chatbot tidak bisa berempati setara terapis manusia (12% pada pengguna AI lainnya). Menurut Kim, sebagian besar tidak menganggap AI bisa memahami perasaan mereka sebaik terapis manusia.

Jika dibaca bersama, pengguna companion tampaknya memisahkan dua hal: saran praktis, di mana banyak yang menilai chatbot tinggi, dan merasa dipahami, di mana sebagian besar tetap memilih manusia. Ini sejalan dengan celah yang kami bahas di artikel eksperimen dukungan emosional AI dan manusia.

Yang tidak ditunjukkan survei ini

Daftar periksa jika Anda juga meminta saran dari aplikasi companion

Untuk data penggunaan yang lebih luas, lihat berapa banyak orang memakai AI companion; untuk riset kesejahteraan, lihat studi kesepian Stanford.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa persen orang Amerika memakai AI sebagai teman?

Tergantung dasarnya. Survei University of Iowa menemukan 12% pengguna AI memakainya untuk teman atau percakapan. Pew Research Center mencatat 4% dari seluruh orang dewasa AS memakai chatbot sebagai teman.

Apakah pengguna AI companion menganggap chatbot lebih baik daripada terapis?

Hampir 58% pengguna companion dalam survei Iowa setuju chatbot lebih baik memecahkan masalah daripada terapis manusia, tetapi sebagian besar merasa AI tidak memahami perasaan sebaik terapis.

Kelompok usia mana yang paling banyak memakai AI sebagai teman?

Usia 18 sampai 29 tahun (16%) dan 30 sampai 49 tahun (17%) di antara pengguna AI dalam survei Iowa. Angkanya turun menjadi 6% pada usia 50 sampai 64 tahun dan 4% pada 65 tahun ke atas.

Bisakah AI companion menggantikan terapi?

Tidak ada survei di sini yang menunjukkan itu. Data Iowa mengukur pendapat, bukan hasil. Jika Anda sedang kesulitan, hubungi tenaga profesional atau layanan krisis.